Langsung ke konten utama

Tabligh Akbar (Gajahrejo, Gedangan)

Pada tanggal 15 Mei 2017 mulai jam 13.30 s.d 16.00 WIB Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Malang melaksanakan kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka penutupan halaqah "Indahnya Beraswaja." Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Bajulmati Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang pada tanggal .
Acara ini dihadiri oleh tidak kurang dari 1000 orang peserta yang merupakan perwakilan dari para pengurus NU, Lembaga dan Badan Otonom (Banom) Kecamatan Poncokusumo, Pengurus Ranting NU dan Banom dari seluruh desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan. 
Berikut ini foto-foto dokumentasinya:
































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengurus PCNU Harus Menjadi Representasi Orang yang Paham Aswaja

Poncokusumo, Nahdlatul Ulama adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang berideologi Ahlussunnah wal Jama’ah dan memperjuangkan serta membelanya. Organisasi ini juga menyatakan dalam tujuannya adalah berjalannya ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah-tengah masyarakat dengan jalan damai dan tanpa paksaan. Oleh karenanya maka pemahaman tentang aswaja yang dipahami oleh NU itu harus dimiliki oleh segenap warga Nahdlatul Ulama baik yang merupakan anggota aktif maupun bukan. Pengurus NU di berbagai tingkatanlah yang seharusnya menjadi contoh dalam hal ini. Demikian itu disampaikan oleh Ust Khoirul Hafidz Fanani pada saat memberikan ceramah dalam acara halaqah yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Malang di Kecamatan Poncokusumo (24/04) kemarin.

Hadits tentang Perbuatan Baik dan Dosa

Artinya: Dari Nawwas bin Sam’an berkata: aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apa itu perbuatan baik dan apa itu perbuatan dosa. Maka nabi Menjawab: “Perbuatan baik itu adalah akhlaq yang baik. Dan dosa adalah apa yang bergejolak dalam hatimu, sedang kamu benci jika perbuatan itu diketahui orang.” (HR. Muslim) Imam Nawawi berkata: bahwa para ulama dalam menafsirkan klausa حسن الخلق menyatakan bahwa klausa tersebut dapat berarti: menyambung silaturrahmi, bersedekah, perangai yang lembut dan baik, pergaulan yang baik, dan juga bermakna ketaatan pada agama (Allah). Dan inilah kumpulan akhlaq-akhlaq yang baik. Qadli Iyadl juga mengatakan bahwa kata حسن الخلق juga berarti menolak kebiasaan (buruk) masyarakat dengan baik dan tetap baik kepada mereka, tetap mengasihani mereka, bersabar terhadap perilaku buruk mereka (kepada kita), meninggalkan rasa sombong, berdebat dan marah kepada mereka. ::

Pembahasan Masalah Air (2): Jenis-jenis Air

Jenis-jenis air itu ada 4 (empat), yaitu:       1)       Air Mutlak; Yaitu air yang suci lagi mensucikan, yang tidak makruh untuk menggunakannya. Seperti air sumber, air sumur, air sungai dan air laut. Kesemuanya ini adalah air suci yang bisa digunakan untuk mensucikan, baik untuk menghilangkan najis (seperti najis kotoran hewan/manusia) maupun hadats [1] (baik hadats kecil maupun hadats besar). Hal ini didasarkan pada Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abi Hurairah yang kurang lebih demikian: “Suatu ketika seorang Arab pedalaman berdiri dan kencing di masjid nabawi. Para sahabat hendak menegur dan mengusirnya, namun kemudian Nabi menyuruh mereka membiarkannya, dan memerintah-kan agar menyiram kencing tersebut dengan setimba air. Nabi bersabda: “Kalian diperintahkan untuk menjadi orang yang memudahkan, bukan menyulitkan.”      2)   Air yang suci lagi mensucikan namun makruh jika meng-gunakannya; Air se...